Peran Guru dalam Pembelajaran Seni Rupa untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa Kelas III Di SD Negeri Ciseupan
Kata Kunci:
Peran Guru, Pembelajaran Seni Rupa, Kreativitas, Siswa Sekolah Dasar, Kepercayaan DiriAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam peran strategis guru dalam mengimplementasikan pembelajaran seni rupa yang efektif guna menstimulasi dan mengoptimalkan potensi kreativitas pada siswa kelas III di SD Negeri Ciseupan. Kreativitas merupakan salah satu kompetensi kunci abad ke-21 yang harus dikembangkan sejak dini, dan pembelajaran seni rupa, dengan sifatnya yang ekspresif dan non-struktural, menawarkan medium yang paling relevan untuk pencapaian tujuan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang berfokus pada observasi partisipatif intensif dan wawancara mendalam terhadap guru dan siswa, serta triangulasi data melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan produk karya siswa selama tiga minggu implementasi program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator yang aman berhasil menciptakan pergeseran signifikan pada sikap siswa, ditandai dengan peningkatan kepercayaan diri, keterlibatan aktif, eksplorasi media baru (krayon, spidol, kolase), serta tumbuhnya kolaborasi dan dukungan teman sebaya dalam proses berkarya. Perubahan ini mengindikasikan bahwa intervensi guru yang terencana dan suportif adalah faktor krusial dalam mengembangkan keterampilan psikomotorik dan imajinasi anak secara holistik, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa peran guru adalah penentu utama keberhasilan pengembangan kreativitas melalui seni rupa.
Referensi
A. Wijaksono, I. W. Suastra, A. W. Tungga Atmaja, dan I. N. Tika, “Literature Review : Perspektif Filsafat Tentang Penerapan Kurikulum Merdeka Dengan Relevansinya Pada Era 5.0,” Cons. Educ. Couns. J., vol. 5, no. 1, hal. 472, 2024, doi: 10.36841/consilium.v5i1.5779.
K. KUSMIATI, “Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kreativitas Siswa Sekolah Dasar,” Educ. J. Inov. Tenaga Pendidik dan Kependidikan, vol. 2, no. 2, hal. 206–211, 2022, doi: 10.51878/educator.v2i2.1309.
N. A. H. Matondang, “Pembelajaran seni rupa dalam membentuk kreativitas peserta didik di sdn 0062 tanjung sari,” J. Pendidikan-Media, Strateg. dan Metod., vol. 02, no. 02, hal. 85–90, 2025.
S. Rukoyah, A. Nursobah, dan I. Jaelani, “Analisis peran pembelajaran seni rupa dalam mengembangkan kreativitas siswa sekolah dasar,” vol. 3, no. 1, hal. 94–108, 2025.
U. Murfiah, “Implementasi Model Pembelajaran Terpadu Dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Sekolah Dasar,” Pendas J. Ilm. Pendidik. Dasar, vol. 1, no. 1, hal. 94, 2017, doi: 10.23969/jp.v1i1.230.
E. M. Azizah, Y. Yuhasriati, K. Khoiriyah, R. Rosmiati, dan G. Mandira, “Implementasi Pembelajaran Berbasis STEAM dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 7, no. 6, hal. 6620–6630, 2023, doi: 10.31004/obsesi.v7i6.5346.
T. Masnawati, N. D. Aliyah, M. S. Djazilan, D. Darmawan, dan & Y. Kurniawan, “Dynamics of Intellectual and Creative Development in Elementary School Children: The Roles of Environment, Parents, Teachers, and Learning Media,” ISSE Int. J. Serv. Sci., vol. 1, no. 1, hal. 33–37, 2023.
Y. I. Weran dan P. Kuswandono, “Generating Creativity in Elementary School Teaching: A Case Study of Teacher Professional Development in Indonesia,” Vis. J. Lang. Foreign Lang. Learn., vol. 10, no. 1, hal. 17–30, 2021, doi: 10.21580/vjv10i17454.
