Pengaruh Model Pembelajaran Bilingual dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa SD
Kata Kunci:
Bahasa Sunda, Kuasi eksperimen, Literasi, Pembelajaran bilingual, Sekolah DasarAbstrak
Penguasaan literasi siswa sekolah dasar masih menghadapi tantangan, terutama di daerah bilingual seperti Sukabumi. Riset ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh model pembelajaran bilingual berbasis Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia terhadap keterampilan literasi siswa. Metode riset yang digunakan yaitu kuasi eksperimen yang dimana menggunakan desain predan post kontrol grup. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas VI di SDN 2 Mangkalaya, dengan masing-masing 17 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Data diperoleh melalui tes literasi sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara nilai posttest kedua kelompok (p = 0,027), dengan mean hasil akhir kelas perlakuan lebih tinggi Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran bilingual berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan literasi siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup sampel yang sempit dan waktu pelaksanaan yang terbatas.
Referensi
F. aulia Fajeri, Irawati Samsuri, “FENOMENA BILINGUALISME DI KALANGAN SISWA SD: DAMPAK TERHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA,” hlm. 506–513, 2024.
Z. N. Huda, S. Nurfadillah, dan I. F. Rachman, “Pengaruh Implementasi Kedwibahasaan terhadap Kemampuan Kognitif dalam Keterampilan Menulis,” Pus. Publ. Ilmu Pendidik. Bhs. dan Sastra, vol. 2, no. 2, hlm. 160–170, 2024.
C. Baker, Foundation of Bilingual Education and Bilingualism, 6 ed. Bristol : Multilingual Matters, 2011.
Kemendikbudristek, “Laporan Hasil Asesmen Nasional 2023,” Pusat Asesmen Pendidikan, Jakarta, 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://pusmendik.kemdikbud.go.id/an
Sugiyono, statistic nonparametris untuk penelitian. Bandung: Alfabeta, 2015.
john W. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. California: Thousand Oaks, 2016.
J. Cummins, Language, power, and pedagogy: Bilingual children in the crossfire, by J. Cummins, vol. 25, no. 3. 1979. doi: 10.1080/15235882.2001.10162800.
Of. García, Bilingual Education in the 21st Century: A Global Perspective. Wiley-Blackwell, 2009.
I. Puspitasari, “PENGEMBANGAN BUKU DONGENG BILINGUAL BERBASIS LITERASI BUDAYA UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR,” Braz Dent J., vol. 33, no. 1, hlm. 1–12, 2022.
L. M. W. Una, V. Yuliana Beku, dan M. D. Noge, “Analisis Penerapan Pembelajaran Bilingual Siswa Kelas IV di SDI Rutosoro,” J. Ter. Wicara dan Bhs., vol. 2, no. 2, hlm. 917–936, 2024, doi: 10.59686/jtwb.v2i2.129.
E. Emilia dan F. A. Hamied, “Translanguaging Practices in a Tertiary Efl Context in Indonesia,” Teflin J., vol. 33, no. 1, hlm. 47–74, 2022, doi: 10.15639/teflinjournal.v33i1/47-74.
L. Vygotsky, Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press., 1978.
D. A. Ghoni, T. I. Hardini, D. Sunendar, Y. Yulianeta, Y. Sudaryat, dan H. Hernawan, “Kedwibahasaan dan Diglosia dalam Pembelajaran Bahasa Sunda di SMA Kota Bandung,” Lokabasa, vol. 13, no. 2, hlm. 201–213, 2023, doi: 10.17509/jlb.v13i2.55719.
R. Sihombing dkk., “Penerapan Model Pembelajaran Bilingual untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi di SMP Santo Thomas 2 Binjai,” vol. 8, hlm. 42809–42814, 2024.
